Translate

Jumat, 21 September 2012

Profil Negara Portugal


Sejarah Negara Portugal

Negara Portugal yang dulunya menjadi satu dengan Spanyol adalah negara kecil di bagian paling barat Eropa dengan komunitas agama Katolik. Oleh sebab itu pada zamannya, Paus Agung menyatakan Portugal memisahkan diri dari Spanyol untuk memperkokoh kekuatan agama Katolik dengan memperluas komunitas Katolik di setiap bagian negara di Eropa. Lahirnya peradaban Portugis bermula dari ibukota lama sejak abad X, yaitu kota Guimaraes di wilayah Minho yang pemandangannya asri sepanjang sungai Selho. Pemerintahannya diawali oleh Raja D. Henrique pada tahun 1112, diteruskan oleh anaknya Afonso Henrique yang kemudian menyatakan pada 24 Juni 1128 adalah hari kebangkitan bangsa Portugis. Namun hari kemerdekaan diperingati pada 1 Desember.

Di negara itu, kita masih bisa melihat Istana yang dibangun oleh Raja D. Henrique (Palace of the Dukes of Braganza) berdiri dengan kokoh berikut isinya pun tertata lengkap. Begitu pula Menara dengan tinggi 28 meter yang ditemukan oleh Countess Mumadona pada tahun 996, berdampingan dengan Istana. Bentuk bangunan di kota-kota yang ada pada negara ini mempunyai ciri khas yang sama dengan kebanyakan kota di Eropa yang dipenuhi bangunan-bangunan tua, namun arsitektur bergaya mediterania banyak pula dijumpai mengingat dahulu negara ini pernah dijajah bangsa Arab, dan bangunan tua ini tetap dijaga dengan baik berdampingan dengan gedung-gedung baru yang modern.

Boleh dikatakan negara ini termasuk kategori miskin karena tidak mempunyai hasil bumi. Penduduknya kebanyakan bekerja di pabrik-pabrik kepunyaan perusahaan negara adi kuasa, namun pembangunan fisik negara ini sangatlah maju oleh karena Portugal tergabung dalam Union Eropa yang mana seluruh pembangunan fisik dibantu sepenuhnya. Maka dari itu tidak terlihat sedikitpun jalan yang berlubang dan hampir semua jalan bebas hambatan. Namun Portugal adalah negara dengan tingkat pajak sangat tinggi. Salah satu yang menonjol dari pendapatan negara ini adalah dari minuman wine (anggur). Salah satu negara bagiannya yaitu Porto adalah pemasok wine di dunia. Seperti terlihat dari seberang sungai (Rio da Vila) di Ribeira berjejer pabrik-pabrik wine dengan berbagai nama, dan di sepanjang jalan di luar kota dihiasi kebun-kebun anggur berkualitas baik.

Masyarakat Portugis sangat menghargai leluhurnya, kebiasaan turun temurun tetap dilestarikan. Pada kenyataannya mereka sangat ramah dan saling menghargai antar sesama bangsanya maupun bangsa lain, hidup berdampingan dengan harmonis. Salah satu contoh ketika saya melacak sebuah masjid yang berada di A Ver o Mar, kami kehilangan arah dan meminta bantuan kepada salah seorang ibu yang baru keluar dari gereja berjalan kaki, lalu kami bertanya di mana kira-kira posisi alamat juru kunci masjid tersebut? Si ibu itu dengan sangat akurat menerangkannya bahkan ketika kami terlihat kebingungan, dia bersedia ikut mengantarkan ke rumah juru kunci masjid. Ternyata berita yang saya dengar mengenai kebencian Portugis terhadap umat muslim tidak saya temukan di sana, karena ketika baru tiba di Portugal tujuan saya pertama-tama menemukan masjid untuk mendapatkan jadwal puasa.

Melalui internet terlacak ada 4 masjid di kota Porto dan saya mendatangi keempatnya yaitu Sala de Culto A Ver o Mar, Mesquiata Sanguedo, Sala de Culto Porto (Lugar Da Batalha), Lugar de Culto Islamico do Pirto yang dikelola oleh umat Muslim bangsa Maroko. Dan, yang lebih menakjubkan adalah masjid di kota Lisbon yang sudah berusia 100 tahun didirikan oleh umat Muslim bangsa Turki. Dahulunya masjid yang berada di pusat ibukota Portugal ini hanya muat untuk 500 jamaah, namun setelah di renovasi oleh pemerintah pada tahun 1991, kini dapat menampung 6000 jemaah. Ini menunjukkan bahwa toleransi beragama di negara ini sangat baik. Alangkah indahnya hidup ini jika saling menghargai antar sesama.

Dalam keluarga tradisional Portugis ikatan silaturahim antara orangtua dan anak sangat kuat, tradisi kumpul bersama satu kali seminggu wajib dilaksanakan dan saat itulah sang ayah memasak makanan favorit untuk anak dan cucunya. Dalam mendidik anak maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan rumah, kekuasaan berada di tangan ibu walaupun sang ibu bekerja, tapi mereka sangat bertanggung jawab melaksanakan perannya di dalam keluarga tak beda jauh dengan keluarga di Indonesia.

Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu, terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis, dapat kita lihat dari tarian Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Namun kecepatannya (2/4) digandakan, gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini, dan sebagai puteri Melayu Serdang, dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan (kini Kabupaten Serdang Bedagai-red). Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang, sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu.

Tari tradisional Portugis selalu digelar pada carnaval budaya Viana do Castelo ataupun di lokasi khusus turis yang dibuka 2 kali seminggu. Bukan hanya tari dan musik saja mempunyai kesamaan namun ada juga beberapa kosa kata. Contohnya; sekolah, sepatu, garasi, jendela, dan lainnya. Para wanita Portugis (Senhora da Agonia) terkenal mahir menyulam dan semua pakaian tari mereka bersulam beraneka warna baik penari wanita maupun pria. Sulaman tangan yang halus ini selain untuk baju ada juga berupa selimut, taplak meja, saputangan dan lainnya yang harganya mencapai 500 Euro.

Tak dapat kita bayangkan, negara kecil bernama Portugal yang mempunyai sebuah ikon "The Cock of Barcelos" ini sangat gagah perkasa mengarungi samudera dan dapat pula menaklukkan negara yang lebih luas dari negaranya sendiri yang kemudian menjadi jajahannnya hingga ratusan tahun. Kisah mengenai Portugis ini belum pula tuntas sampai saya kembali ke Medan. Baru empat hari beristirahat, saya diutus oleh Ayahnda Tuanku Luckman Sinar Basjarshah II –Pemangku Adat Kesultanan Serdang- untuk mewakili beliau membacakan makalah dalam acara seminar: "Sejarah Perjuangan Raja Narasinga Melawan Kolonialisme Portugis di Indragiri-Riau-Indonesia (1473-1508)", yang diadakan di kota Rengat.

Diskusi mengenai topik dalam seminar ini seiring dengan kisah saya selama di Portugal dan rasa takjub lainnya yang saya jumpai ketika melawat ke makam Raja Narasinga II di Kota Lama Rengat. Baru kali ini saya jumpai makam seorang Raja berdampingan dengan makam seorang serdadu Portugis, dan terletak di dalam satu area berpagar tembok yang hanya berisi 7 nisan saja. Masih di kompleks makam Raja-Raja Indragiri yang luas ini, saya juga mengunjungi makam leluhur saya Sultan Serdang I Tuanku Umar Johan Pahlawan yang ikut membantu Raja Narasinga Inderagiri dalam perang melawan Portugis di Rengat.

Makam Sultan Serdang I ditempatkan khusus berpagar tembok berwarna kuning. Ternyata darah patriot generasi Kesultanan Serdang terbukti dengan nyata terutama yang paling menonjol adalah Sultan Serdang I ikut berjuang melawan penjajahan Portugis, Sultan Serdang V sangat anti Belanda. Sedangkan Sultan Serdang VIII yaitu Tuanku Luckman Sinar Basjarshah II, hingga kini tetap berjuang melestarikan adat budaya Melayu dan sudah puluhan tahun tercatat sebagai anggota National Geographic Society sebagai sejarahwan yang selama 40 tahun mengadakan penelitian memperoleh pengakuan dunia. Inilah sekelumit catatan putri bungsu kali ini.

 

Portugal adalah merupakan bangsa Eropa pertama yang menapakkan kakinya di Bumi Nusantara pada tahun 1509 dan keterkaitan sejarah tersebut telah memberikan warna budaya di berbagai wilayah di Indonesia. Jejak-jejak hubungan budaya itu telah memberikan makna serta pengaruh positif dalam menjalin hubungan bilateral kedua negara saat ini. Meneropong hubungan bilateral Indonesia – Portugal adalah jalan panjang sejarah hingga 499 tahun yang lalu.

Sejarah di abad 16 adalah sejarah Portugal sebagai suatu kerajaan yang menjadi adidaya dunia serta sejarah bumi Nusantara yang terdiri dari ratusan kerajaan kecil dan besar namun sangat menarik perhatian kerajaan Portugal serta Eropa pada umumnya karena kekayaan sumber alamnya.


Sejarah abad 16 adalah sejarah kolonialisasi dengan jejak-jejak budaya yang bertahan lama. Sebaliknya sejarah abab 20 dan abab 21 adalah sejarah dua negara modern yang berusaha membangun hubungan yang setara dalam dunia yang semakin menyatu. Dalam konteks Indonesia – Portugal, hubungan diplomatik dimulai di tahun 1950an, walaupun pada saat itu belum pada tingkat Kedutaan karena dianggap tidak sejalan dengan prinsip Non Blok yang dipelopori oleh Bung Karno sebagai Presiden RI; namun demikian, Bung karno sendiri telah mengadakan kunjungan kenegaraan ke Portugal pada tahun 1960. Hanya setelah Revolusi pro-Demokrasi 25 April 1974 di Portugal, Indonesia secara penuh membuka Kedutaannya di Lisabon, namun dalam kurun waktu kurang dari setahun hubungan diplomatik tersebut dibekukan karena timbulnya masalah Timor Timur.


Selama kurang lebih 24 tahun, kompleksitas dari masalah Timor Timur mengganjal hubungan kedua negara. Hubungan diplomatik mulai berangsur normal kembali setelah Referendum di Timor-Timur di tahun 1999 dan disusul dengan berdirinya negara Timor Leste di tahun 2002. Sejak saat itu intensitas hubungan dan kerjasama Indonesia – Portugal di berbagai bidang dari tahun ke tahun secara berangsur menunjukkan peningkatan yang sangat positif. Kedua Negara kini telah membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral dan di atas lembaran baru tersebut sedang digoresi berbagai platform kerjasama yang akan memberikan kontribusi, baik pada pengembangan kedua negara maupun pengembangan perdamaian di dunia.


Secara sederhana dan kasat mata, peningkatan hubungan bilateral RI – Portugal ditandai dengan adanya berbagai kunjungan timbal balik antar pejabat tinggi kedua negara, seperti kunjungan Menlu Portugal Jaime Gama (sekarang Ketua Parlemen Portugal) ke Indonesia pada tahun 2000 dan kunjungan Menteri Perdagangan dan Industri RI ke Portugal pada tahun 2001 serta kunjungan Menlu RI Hassan Wirayuda di tahun 2004. Dalam konteks hubungan antar Parlemen, Ketua DPR-RI, Agung Laksono juga telah melaksanakan kunjungan resmi ke Portugal pada bulan Maret 2008 lalu, dan mengadakan serangkaian pertemuan dengan Ketua Parlemen, Perdana Menteri dan Presiden serta Menlu Portugal. Kunjungan-kunjungan tersebut secara simbolik dapat dimaknai sebagai peneguhan hubungan baik yang telah terjalin antara kedua negara. Bagaimana sebenarnya perkembangan hubungan bilateral, sehingga penulis dapat sampai pada keyakinan serta optimisme diatas?


Perkembangan hubungan bilateral


Meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dapat dilihat dari beberapa faktor:


Faktor pertama adalah intensitas hubungan antar pemerintahan yang dapat diukur dari indikator kuantitatif seperti jumlah kunjungan para pejabat negara, jumlah perjanjian kerjasama yang telah diproses untuk ditandatangani dalam waktu dekat serta beberapa barometer kualitatif seperti substansi wacana yang disampaikan oleh berbagai pejabat publik kedua negara tentang negara sahabat, adanya sikap saling mendukung antara kedua negara dalam berbagai fora internasional dan faktor faktor lainnya. Jelas tercatat bahwa dalam konteks hubungan Indonesia Portugal, memasuki tahun 2005 hingga tahun 2008 seluruh indikator di atas menunjukkan peningkatan.


Faktor kedua adalah meningkatnya intensitas hubungan antar masyarakat yang dapat diukur dari meningkatnya interaksi budaya serta interaksi ekonomi, naiknya kunjungan wisatawan Portugal ke Indonesia, adanya even even budaya dimana budaya Indonesia digelarkan bersama-sama dengan budaya Portugal, berdirinya berbagai organisasi persahabatan antara masyarakat, dimulainya investasi ekonomi dengan prinsip mutual benefit serta adanya inisiatip menyusun berbagai dokumen kerjasama ekonomi dan budaya.


Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal atau Padrão Sunda Kelapa adalah sebuah prasasti berbentuk tugu batu (padrão) yang ditemukan pada tahun 1918 di Batavia, Hindia-Belanda. Prasasti ini menandai perjanjian Kerajaan Sunda–Kerajaan Portugal yang dibuat oleh utusan dagang Portugis dari Malaka yang dipimpin Enrique Leme dan membawa barang-barang untuk “Raja Samian” (maksudnya Sanghyang, yaitu Sang Hyang Surawisesa, pangeran yang menjadi pemimpin utusan raja Sunda). Padrão ini didirikan di atas tanah yang ditunjuk sebagai tempat untuk membangun benteng dan gudang bagi orang Portugis.

Prasasti ini ditemukan kembali ketika dilakukan penggalian untuk membangun fondasi gudang di sudut Prinsenstraat (sekarang Jalan Cengkeh) dan Groenestraat (Jalan Kali Besar Timur I),[1] sekarang termasuk wilayah Jakarta Barat. Padrao tersebut sekarang disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia,[2] sementara sebuah replikanya dipamerkan di Museum Sejarah Jakarta.[3]

Portugal adalah negara Eropa yang sejarahnya diawali dari abad pertengahan. Pada abad ke-15 dan abad ke-16, Portugal memperoleh status kekuatan dunia selama Era Penjelajahan Eropa yang jajahan kekaisaran Portugalnya termasuk wilayah di Amerika Selatan, Afrika dan Asia. Pada dua abad selanjutnya, Portugal kehilangan banyak kekayaan dan statusnya karena Belanda, Inggris dan Perancis yang mengepung atau menguasai pos perdagangan dan teritori Portugal. Kemunduran militer dimulai dengan dua pertempuran: Pertempuran Alcácer Quibir di Moroko tahun 1578 dan usaha armada Spanyol untuk menguasai Inggris tahun 1588.

Portugal adalah anggota yang mendirikan North Atlantic

Pada tahun 1968 berdiri secara resmi untuk pertama kalinya sebuah lembaga Islam Portugal di Lisabon dengan nama al-Jama’ah al-Islamiyyah lilisybunah. Lembaga ini menyewa sebuah apatermen yang mereka jadi sebagai secretariat lembaga sekaligus sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah shalat. Namun setelah jumlah kaum muslimin yang datang dari negara-negara jajahan ke Portugal kian bertambah dan banyaknya tuntutan, maka pada tahun 1977 negara bagian………… akhirnya memberikan sebidang tanah untuk kaum muslimin guna membangun mesjid dan islamic center di Lisabon Dan pada tahun 1985 telah berdiri badan pengawas dari beberapa kedutaan besar negara Islam untuk Portugal di bawah kendali kedutaan besar Maroko. Sekarang di Portugal telah berdiri dua mesjid jami’ dan 17 mushalla yang sebagian besar terletak di Lisabon dan empat mushalla di kota Coimbra bagian tengah Portugal,Filado kondah di utara, Evoradi di selatan dan di Porto kota tertua di Portugal.

Portugal Piala Euro 2012

Rentang waktu tahun 2000-an bisa dibilang sebagai dekade tersukses bagi Portugal. Mereka selalu lolos dalam putaran final Piala Eropa dan Piala Dunia (Piala Eropa 2000, Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2004, Piala Dunia 2006, Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010). Kini mereka pun sanggup lolos ke Piala Eropa 2012.

Portugal melahirkan talenta-talenta hebat yang bermain di klub besar. Yang paling sukses tentunya Cristiano Ronaldo yang menjadi pemain termahal dunia. Belum lagi nama-nama lain yang tak kalah bersinar seperti Pepe (Real Madrid), Raul Meireles (Chelsea), dan Luis Nani (Manchester United).
Hal yang kurang dari Portugal ialah tak pernah meraih gelar. Mereka �hanya� sanggup menjadi finalis Piala Eropa 2004 dan melaju hingga babak semifinal di Piala Dunia 2006. Kini di Piala Eropa 2012, menjadi tugas berat bagi pelatih Paulo Bento untuk menorehkan prestasi. Apalagi mereka harus tergabung di �grup neraka� bersama Jerman, Belanda, dan Denmark.

Road to EURO 2012
Diperkuat pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo rupanya tak menjamin Portugal dapat melenggang mulus. Seleccao harus menempuh jalur play-off setelah hanya bisa menjadi runner-up grup H, di bawah Denmark. Di klasemen akhir, Portugal mengumpulkan 16 poin, sama dengan torehan poin Norwegia. Portugal berhak maju ke partai play-off karena unggul head to head atas Norwegia.
Portugal akhirnya menunjukkan kelasnya di partai play-off saat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Sempat ditahan 0-0 di Bosnia, Portugal sanggup membalas dengan skor telak 6-2 di leg kedua yang berlangsung di Portugal. Ronaldo turut menyumbangkan dua gol dalam laga yang berlangsung di Estadio Da Luz itu.

Fakta Singkat
Julukan : Seleccao das Quinas
Pelatih :
Paulo Bento
Partisipasi :
5 kali
Prestasi terbaik :
Runner-up 2004

Semoga Informasi ini Bermanfaat. Terimakasih sudah memberi kesempatan Blog ini untuk membantu anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tolong beri komentar untuk membangun blog ini menjadi lebih baik lagi dan semakin bermanfaat. Terimakasih

 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week