Translate

Jumat, 01 April 2011

PROFIL EKONOMI SPANYOL

0 komentar

Tinjauan Umum:
Ekonomi Spanyol mengalami pertumbuhan yang pesat sejak bergabung dengan Uni Eropa tahun 1986. Perbedaan tingkat PDB  Spanyol dengan 15 negara UE pada tahun 1985 mencapai 29% dan pada tahun 2004 menurun  menjadi 10% dan pada tahun 2006 mencapai 0,7% dari rata-rata PDB UE. Tingkat bunga rendah yang dipatok oleh European Central Bank  mendorong geliat aktifitas ekonomi membaik.  Konsumsi dan investasi, khususnya di bidang konstruksi meningkat pesat.     
Dengan pertumbuhan ekonomi itu, Bank Dunia pada tahun 2004 menyatakan Spanyol telah mengganti posisi Kanada sebagai negara ke-delapan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Laporan World Wealth, menginformasi-kan Spanyol masuk daftar sepuluh besar negara terkaya. Di Spanyol  terdapat sekitar 148.600 penduduk yang memiliki kekayaan di atas US$. 1 juta dan sekitar  1.500 penduduknya memiliki pen-dapatan lebih dari €. 24 juta.
Namun, masa kejayaan itu mengalami goncangan sektor properti yang diperburuk oleh krisis finansial global yang menyebabkan peningkatan pengangguran dan krisis ekonomi Spanyol.
Pada triwulan kedua tahun 2008 pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1% bila dibanding triwulan pertama tahun 2008 yang tumbuh sebesar 0,3%. 
Dalam merevisi prakiraan kinerja ekonomi, PM Zapatero telah beberapa kali menurunkan target per-tumbuhan ekonomi dari 1,6% di tahun 2008 menjadi 1% di tahun 2009.

PDB:
Daya beli setara dengan US$.885,5 milyar.
Tingkat Pertumbuhan PDB
3,7% (2007), 1,8% (triwulan 2 tahun 2008)
PDB-perkapita:
Daya beli setara dengan
US$ 26.000
Komposisi PDB menurut sektor:
pertanian: 3,6%; industri: 28,6%; dan jasa: 67,8%
Tingkat inflasi:
-1% (September 2009)
Angkatan Kerja:
22.806.700 orang  (Juni 2008)
Pembagian Angkatan Kerja
pertanian 5,3%, industri 18%,  konstruksi 12,1%, jasa 64,6% (2004)
Jumlah& tingkat pengangguran:
4,1 juta orang/ 17,4% (Juni 2009)
Produk Pertanian:
Gandum, sayuran, olive, minuman anggur, gula bit, sitrus; aneka daging, produk olahan sapi; ikan.
Industri:
Tekstil dan pakaian (termasuk sepatu), makanan dan minuman, logam dan olahan-nya, kimia, kapal, mobil, alat mesin, pariwisata.
Ekspor:
US$. 292,8 milyar (2008)
Komoditas Ekspor:
Mesin-mesin, kendaraan bermotor; produk makanan, barang-barang kebutuhan konsumen lainnya.
Tujuan Ekspor:
Perancis, Jerman, Portugal, Italia dan Inggris.
Impor:
US$. 444,9 milyar (2008)
Komoditas Impor:
Enerji (minyak bumi & gas alam), mesin dan peralatan, kimia, barang setengah jadi; makanan, barang-barang kebutuhan konsumen
Defisit Neraca Perdagngan
€. 95,9 milyar (2007)
Cadangan Mata Uang Asing dan Emas:
US$. 606,8 milyar (2008)
Mata Uang:
Euro (EUR/ €)
Baca Selengkapnya >>

Komoditas Argentina

0 komentar
Ekonomi Argentina. Argentina adalah anggota MERCOSUR, keuntungan utama tinggal di memiliki akses ke pasar diperpanjang dengan 234.000.000 orang dan kemungkinan untuk mengekspor dan mengimpor dari negara-negara anggota tanpa harus membayar tugas. Sejak penciptaan MERCOSUR hingga 2006, perdagangan antara Argentina dan negara-negara anggota lainnya naik lebih dari 500%.

Anggota Mercosur: Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay. Associate anggota: Bolivia, Chili, Kolombia, Ekuador dan Peru. Pengamat: Meksiko.

Argentina telah menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan meningkatkan yang 6,8% PDB pada tahun 2008 menegaskan tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan untuk 2003-2008 adalah 8,5%, di bawah Cina (10,7%) dan India (8,4%). Selama periode ini, pertumbuhan Argentina jauh di atas semua negara Amerika Latin lainnya. Selama tahun 2008, sektor ekspor jasa terdaftar volume rekor tinggi US $ 12 miliar, salah satu tingkat tertinggi di Amerika Latin. Argentina menawarkan keuntungan menarik investor di berbagai sektor. Laba sebagai persentase PMA (FDI) saham adalah rata-rata 10,2% pada 2006-2008, yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Laba sebagai persentase dari pendapatan bagi 340 perusahaan non-keuangan terbesar juga pada tingkat rekor, rata-rata 15,4% per tahun selama periode 2005-2007. Lebih dari 1.000 perusahaan beroperasi di luar negeri yang berbasis di Argentina, termasuk setengah dari perusahaan Fortune 100, banyak yang telah di pasar lokal selama lebih dari setengah abad. Pada tahun 2009, dalam menanggapi krisis keuangan dan ekonomi global, penurunan investasi di seluruh dunia dan negara kita belum pengecualian. Setelah mencapai tingkat investasi tertinggi dalam 30 tahun pada tahun 2008% (23,1), investasi jatuh selama sembilan bulan pertama tahun 2009.

Industri otomotif merupakan kontributor utama untuk produksi manufaktur dan ekspor di Argentina. Pada tahun 2007, ia mewakili 2,5% dari PDB (termasuk manufaktur komponen otomotif), 8,5% dari produksi industri dan 10% dari ekspor. Industri otomotif tetap menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan industri dan transfer teknologi. Ada sepuluh produsen hadir di Argentina-Fiat, Ford, General Motors, Iveco, Mercedes Benz, PSA Peugeot-Citroën, Renault, Scania, Toyota dan Volkswagen-memproduksi total 18 model yang berbeda.

Argentina menghitung dengan makanan besar dan sangat kompetitif dan minuman industri, dengan total penjualan sebesar US $ 53 miliar (31% dari penjualan total produksi manufaktur) dan ekspor US $ 21 miliar (30% dari total ekspor produksi manufaktur).

Perangkat lunak dan komputer industri jasa di Argentina memiliki sekitar 40,000 pekerja yang berkualitas tersebar di antara 1000 perusahaan yang faktur sekitar Rp 1.600 Jutaan dan USD 300 Jutaan karena ekspor. Pada akhir tahun 2011 industri ini diharapkan mempekerjakan hampir 70,000 pekerja dan untuk meningkatkan faktur untuk Rp 3.000 Jutaan dan lebih dari USD 600 Juta untuk ekspor.

Kreatif industri sebagian besar terkonsentrasi di kota Buenos Aires, di mana mereka merupakan 7,5% dari PDB kabupaten dan 8% dari jumlah pekerjaan. Kota-kota besar lain, seperti Córdoba, Mendoza dan Rosario, juga mengembangkan sektor industri kreatif semakin besar.

Buenos Aires adalah salah satu pasar utama di Amerika Latin dan di dunia. Termasuk area metropolitannya (Greater Buenos Aires), Buenos Aires memiliki lebih dari 13 juta jiwa dan ini posisi itu di antara 9 konglomerat perkotaan terpadat di dunia. Buenos Aires merupakan pusat kota 13 dengan pendapatan terbesar di dolar di dunia, di depan kota-kota seperti Hong Kong, Miami atau Sao Paulo, dan prospek pertumbuhan yang sangat baik. GDP (Gross Geografis Produk) hampir tiga kali lipat rata-rata pendapatan per kapita di Argentina, dan fakta ini tempat di tempat pertama di Amerika Latin. Pada tahun 2006, produksi dalam industri audiovisual sebesar $ 3140000000, yaitu 2% produk bruto geografis Kota. Produksi ini adalah dekat dengan konstruksi (4,9% dari GGP) - yang paling tradisional dan kegiatan industri yang dinamis di Buenos Aires.

awal panggilan internasional Grup Arcor memimpin itu menjadi produsen permen dunia pertama dan pengekspor utama produk kembang gula di Argentina, Brasil, Chili dan Peru. Melalui Bagley Latinoamérica SA, itu cookie Amerika Selatan terbesar dan perusahaan produksi kerupuk.

Argentina adalah anggota dari: Bank Dunia, Masyarakat Andean Komunitas Andes (CAN) CAN9 anggota asosiasi), Dana Moneter Internasional, Organisasi Perdagangan Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OAS, Pasar Umum Selatan (MERCOSUR), Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin (ECLAC), UNASUR, IAEA, G-20, G -77, ALADI, Bank Pembangunan Antar-Amerika (IDB), IFC, Konferensi PBB tentang perdagangan dan pembangunan (UNCTAD), UNIDO, OEI, ...
Bisnis, Argentina, Buenos Aires, Ekonomi, Luar Negeri, Perdagangan, Ekspors, Imports, natural, resources, Gas, Oil, eksportirs, cereals, producer, wine, industri, sektor, Asing, langsung, Investasi, FDI, Master, Bisnis Internasional
Baca Selengkapnya >>

Study kasus 2 expor INA- Brazil

0 komentar
Organisasi khusus pengembangan industri di bawah bendera Perserikatan Bangsa-bangsa, United Nations Industrial Development Organisation (UNIDO), menilai Indonesia dapat meningkatkan industri otomotif dengan mengembangkan industri komponennya.

"Kesuksesan pengembangan industri tergantung pada pola pengembangan spesialisasi," kata Special Advisor UNIDO Director General Jebamalai Vinanchiarachi usai presentasi Industrial Report 2009 UNIDO di Sari Pan Pasific, Jakarta, Senin 11 Mei 2009.

Laporan perkembangan industri tersebut berdasarkan studi kasus UNIDO pada 10 negara, yakni Argentina, Brazil, Chile, China, Cambodia, India, Indonesia, Lao Democratic People's Republic, Malaysia, dan Nigeria.

Dari studi kasus itu, dua negara dianggap maju dalam industri otomotifnya, yakni Argentina dan Indonesia. Industri otomotif Argentina, menurut Jebamalai, telah terintegrasi secara global antara anak perusahaan perakitan domestik dengan industri komponen.

Dia mengatakan, di Indonesia perlu pembangunan kapasitas domestik dalam memproduksi komponen-komponen tertentu dalam kerangka jaringan produksi transnasional. "Dalam upaya itu, perlu insentif-insentif yang tepat," kata Jebamalai.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyambut baik transfer informasi laporan industri 2009 dari UNIDO. "Ini berbagai pendekatan dari UNIDO untuk memberikan basis bagi pertumbuhan industri selanjutnya," ujarnya. Menurut dia, informasi yang termuat dalam laporan tersebut akan menambah referensi pemerintah, terutama di sektor industri kecil dan menengah.

Studi kasus di Indonesia oleh UNIDO, menurut Fahmi, sama halnya dengan proyeksi pemerintah. "Ini laporan yang objektif, dapat menambah informasi pemerintah," ujarnya.

Menanggapi rekomendasi dari UNIDO, Ketua Komite Tetap Pengembangan Kemampuan Teknologi Kamar Dagang dan Industri Indonesia Gunadi Sindhuwinata menyatakan, kondisi pasar domestik Indonesia merupakan potensi yang besar untuk pengembangan industri otomotif.

"Selain itu yang perlu dilihat adalah pasar yang terhubung di wilayah Asia dengan 750 juta populasi," katanya. Sehingga, Indonesia harus bisa menjadi basis produksi otomotif karena pasar Asia yang luas. "Ini adalah kondisi yang paling baik untuk pertumbuhan," kata dia.

Menurut dia, Indonesia dan Argentina mempunyai banyak kemiripan, di antaranya sama-sama sebagai negara basis ekspor otomotif. "Bedanya, mereka menggarap pasar Amerika dan Eropa, sedangkan Indonesia lebih ke pasar Asia untuk produk Jepang," katanya.
Baca Selengkapnya >>

Study kasus Expor indonesia - brazil

0 komentar
Secara geografis Indonesia sangat berpotensi untuk budidaya perikanan, termasuk budiday komoditas udang. Udang merupakan komoditas perikanan yang menjadi prospek utama untuk ekspor. Ekspor udang Indonesia didukung dari hasil penangkapan dan budidaya. Pemerintah dalam hal ini, Departemen Kelautan dan Perikanan mendukung penuh untuk optimalisasi sektor perikanan dan kelautan. Karena pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan belum optimal. Revitalisasi perikanan merupakan wujud dari dukungan pernerintah terhadap perkembangan sektor ini. Pertumbuhan ekspor udang Indonesia mengalanti pertumbuhan yang lambat, hal tersehut disebabkan oleh banyak faktor. Pertama adalah berubahnya lingkungan yang menyebabkan konsumen menjadi lebih kritis terhadap makanan yang dikonsumsi. Kedua, adanya standarisasi mutu yang diharuskan dari negara pengimpor. Ketiga, menurunnya produktivitas industri negara secara keseluruhan. Keempat, meningkatnya persaingan dalam industri baik dalam negeri maupun secara global. Kelima, krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya. Bila dilihat secara geografis, maka wilayah Indonesia sangat berpotensi untuk mengekspor udang-udang berkualitas ke pasar dunia. Terlebih setelah Amerika Serikat memberlakukan anti dumping terhadap enam negara yaitu Thailand, Cina, Vietnam, Equador, India, dan Brasil. Maka peluang btsar terbuka bagi Indonesia untuk memasok udang ke pasar dunia. Amerika saat ini merupakan pasar udang utama dunia, diikuti oleh Jepang dan negara-negara Uni Eropa seperti Spanyol, Italia, Perancis, dan sebagainya. PT. XYZ merupakan salah satu dari banyak perusahaan di Indonesia yang melakukan ekspor udang ke pasar dunia. Dimana pasar utama perusahaan adalah Amerika Serikat (65), Uni Eropa (18 ), Jepang (12 ), Cina (3), Canada (1) dan Australia (1). Dengan adanya ancaman embargo dari Uni Eropa untuk seluruh produk perikanan Indonesia masuk ke kawasan Eropa, meningkatnya persaingan dari keseluruhan pemain di pasar udang dunia, maka menuntut PT XYZ memiliki stategi bersaing agar dapat terus bertahan dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih.baik. Berdasarkan hasil analisa SWOT, perusahaan memiliki posisi strategik di kuadran satu. Hal ini berarti bahwa, perusahaan harus menggunakan strategi agresif dalam mengembangkan produknya. Keunggulan-keunggulan yang dimilik perusahaan antara lain : integrated shrimp, reputasi perusahaan yang balk, penguasaaan terhadap teknologi, pengelo]aan penuh dari pembenihan sampai produk akhir ditangani perusahaan, pengawasan yang baik terhadap petani dan proses produksi, produk yang bermutu yang sesuai dengan kualitas dan standar pasar dunia, memiliki annada pengiriman sendiri, sertifikasi ISO dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Point), distribusi yang baik dengan menggunakan jasa distributor terbesar dan terkemuka di negara tujuan ekspor. Dengan keunggulan tersebut maka perusahaan dapat bersaing dalam pasar udang dunia dan dapat membantu menghasilkan devisa negara serta mensejahterakan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Baca Selengkapnya >>
 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week